Thursday, April 05, 2012

Bagaimanakah BonSai yang Bagus/indah

Terjemahan dari Karya Mr Robert Steven :

" Bagaimana Bonsai Yang disebut Bagus "

Tidak semua tanaman yang dibentuk mengikut kemahuan kita dan ditanam dalam pasu boleh dikategorikan sebagai bonsai. Bonsai yang baik harus memenuhi beberapa kriteria asas, dan secantikmanapun pohon bonsai itu tidak dapat dihayati jika tanpa bekas atau pasu yang sesuai, oleh kerana itu belum boleh lagi untuk dipanggil sebagai bonsai yang baik.- RS

Ramai orang beranggapan bahawa bonsai yang baik adalah sepohon pokok yang kerdil yang dibentuk rapi dan ditanam dalam pasu; walhal untuk membuat sebuah karya bonsai yang baik, banyak disiplin ilmu lain yang harus dikuasai antaranya:
- pengetahuan keindahan seni,
- ilmu botani termasuk fisiologi dan morfologi tanaman
- Kesatuan pada kejadian semulajadi fenomena alam.

Sebuah karya bonsai dapat dikatakan baik jika memenuhi tiga syarat asas iaitu :
1-keindahan kesenian,
2- hukum hortikultura serta
3- makna yang tersirat.

Kita dapat membentuk sebatang pohon yang penuh dengan “deadwood” / dahan mati pada batang dan kita tanam dalam pasu plastik dalam posisi rebah dengan perantingan dan perdaunan yang tidak teratur dengan tema/makan yang tersirat “sebatang pohon tua di alamsemulajadi yang tumbang karena diterpa ribut taufan”. Karya tersebut sememangnya cukup bermakna, tetapi kalau tidak INDAH, maka tidak dapat disebut sebagai bonsai apatahlagi dengan pasu tanamnya belum tentu sesuai. Kita juga dapat membina sekelompok pohon dari berbagai jenis tanaman dengan rupabentuk mengikut kemahuan sendiri dan ditanam dalam pot seramik yang indah. Karya tersebut cukup bermakna dan mencerminkan fenomena alam nyata sesuai hukum hortikultura; tetapi belum dapat disebut sebagai karya bonsai yang bagus karena rupabentuknya tidak indah dan harmonis. Jadi kesimpulannya adalah bahawa keindahan seni adalah syarat mutlak yang harus dipenuhi dalam sebuah karya bonsai walaupun mungkin hukum hortikultura dan makna yang tersirat tidak terlalu kentara.

Keindahan seni dari pohon tersebut berpasangan dengan pasu tanam yang sesuai; tanpa penyatuan yang terikat secara harmonis antara pohon dengan pasu tanam, karya tersebut tetap belum dapat dikatakan sebagai karya bonsai yang bagus !

Yang dimaksud dengan hukum hortikultura di seni bonsai ada tiga aspek iaitu:
1- karakter asas sepsis
2- dari segi keadaan persekitaran, serta
3- faktor atmospheric alam.

Setiap jenis tanaman mempunyai karakter dan bentuk asasnya sendiri, umpamanya pohon asam berbeza dengan pohon kapas, acasia berbeza dengan cemara udang; tetapi jenis tanaman yang sama dapat berubah bentuknya akibat keadaan persekitaran yang berbeza di mana pohon tersebut tumbuh. Pohon beringin yang tumbuh di kawasan lapang akan berbeza bentuknya dengan beringin yang tumbuh di tepi sungai, pohon wahong yang tumbuh di pinggir bukit batu berbeza bentuknya dengan wahong yang tumbuh di tanah rata. Hal tersebut boleh disebabkan oleh faktor sumber air, keadaan tanah dan arah sinar matahari dan lain-lain. Selain keadaan persekitaran di atas, bentuk sebatang pohon juga dapat diakibatkan oleh gangguan dari luar, umpamanya kerana di panah petir, akibat penyakit, gangguan manusia atau binatang, terjahan ombak, angin ataupun salji; sehingga bentuk pohon pinus yang tumbuh di pegunungan tropika berbeza dengan pinus yang tumbuh di pegunungan Huangshan di Cina.

Ada hal lain yang sangat asas yang mengakibatkan perbezaan karakter dan bentuk pohon iaitu kesan fisiologi dan morfologi tanaman. Kedua aspek tersebut adalah sebahagian dari disiplin ilmu botani yang mempelajari fisiologi tanaman serta segala aspek yang mempengaruhi bentuk pertumbuhan pohon. Pohon jenis berdaun jarum mempunyai fisiologi dan aspek morfologi yang berbeda dengan pohon jenis berdaun lebar; itu sebabnya pohon pinus atau cemara mempunyai struktur bentuk yang sangat berbeza dengan pohon beringin mulai dari garis batangnya sampai kepada garis percabangannya.

Pengetahuan tersebut sangat penting bagi para seniman bonsai supaya dapat membentuk bonsai yang lebih dekat dengan kenyataan alam sehingga karakter dan bentuk yang dihasilkan akan lebih berkaitan. Walaupun pada had tertentu jenis tanaman bukan menjadi faktor penting dalam membentuk sebuah rekabentuk bonsai, tetapi sebaiknya kita hindari merekabentuk bonsai jenis daun lebar dengan bentuk pohon jenis berdaun jarum karena kedua jenis tersebut memiliki karakter yang sama sekali berbeda. Contohnya, akan sangat aneh bila kita merekabentuk bonsai beringin seperti karakter cemara dengan liukan dan keringannya; atau sebaliknya kita reka bonsai cemara seperti pohon acasia.

Dalam hal sebenarnya, kesalahan tersebut yang sering terjadi terutama dalam cara membentuk pendahanan dan perantingan. Hal tersebut diakibatkan karena kebanyakan dari kita mempelajari seni bonsai dari buku Jepun yang kebanyakan dengan contoh pohon jenis berdaun jarum atau jenis maple yang karakternya berbeda dengan pohon asam; sehingga sering kita merekabentuk semua pohon kita dengan pelintiran batang dan cabang seperti cemara atau bulat rapi seperti bentuk pohon maple. Kesalahan mendasar tersebut yang menghilangkan karakter pohon tropika kita kecuali beberapa jenis pohon yang memang memilki karakter dasar yang unik seperti santigi dan wahong laut.

Semakin banyak disiplin ilmu yang kita pelajari terutama yang berkaitan dengan estetika seni dan botani, akan semakin luas wawasan kita sehingga kemampuan kita dalam merekabentuk sebuah karya bonsai akan semakin meningkat; yang akhirnya akan mampu melahirkan karya bonsai yang semakin dekat dengan fenomena alam, berjiwa, bernuansa keindahan artistic dengan kandungan makna tersirat layaknya sebuah karya seni, dan bukan kerajinan tangan yang hanya dinilai kerapian dan tingkat kesulitan pembuatannya.

Buatlah karya bonsai yang indah, mencerminkan fenomena alam yang berkaitan

dengan makna yang berjiwa…dan yang paling penting,

karya bonsai yang bagus tidak dapat terpisahkan dari tiga unsur utama

yaitu pohon, Pasu dan rekabentuk.

( Salah satu konsep dasar Penjing : Yi Shu – Er Pen – San Ji Jia )

Antara karya Mr RS yang dikagumi :



Antara bukunya  yang telah diterbitkan dan mendapat sambutan :





"DO NOT MAKES YOUR TREES LOOK LIKE A BONSAI BUT MAKE YOUR BONSAI LOOK LIKE A TREES" - J.Naka

" Do it the best you can; do it the best it can be done "

No comments:

Post a Comment

Post a Comment